Spesialis Hemodialisa: Mengulas Tentang Penyakit Gagal Ginjal Secara Lengkap

Fijimatai – Spesialis hemodialisa merupakan dokter yang melakukan terapi gagal ginjal. Hemodialisa merupakan cuci darah yang dilakukan bertahap oleh pasien penderita penyakit gagal ginjal kronik. Gagal ginjal yang berada pada tahap ini merupakan kondisi kerusakan pada ginjal selama lebih kurang 3 bulan dan kerusakan pada struktur ginjal maupun fungsinya dalam filtrasi glomerulus menurun lajunya sehingga berdampak pada implikasi kesehatan tubuh. Hemodialisa dapat dilakukan seumur hidup sampai pasien melakukan pencangkokan ginjal dan pasien menunggu donor ginjal yang sesuai. Biasanya frekuensi HD dilakukan 2-3 kali seminggu dalam rentang 4-5 jam disertai dengan metabolik tubuh yang menjadi tidak normal dan kondisi ini akan membuat kerusakan ginjal.

Spesialis hemodialisa

Spesialis hemodialisa menggunakan filter khusus yaitu dialyzer sebagai ginjal buatan untuk melakukan pembersihan darah dan yang terhubung dengan mesin hemodialis. Selama penggunaan alat ini maka dialyzer akan menyaring berbagai limbah, air ekstra dan juga garam ekstra sehingga darah bersih akan mengalir dalam tubuh masuk ke dalam tubuh pasien. Untuk penderita gagal ginjal yang melakukan HD maka perlu memperhatikan makanan yang sesuai. Pasien diwajibkan makan seimbang dari makanan berprotein tinggi dan mengontrol kalium yang dimakan karena dapat membahayakan ginjal, serta membatasi banyak minum yang membuat jaringan membengkak dan meningkatkan tekanan darah tinggi. Pasien juga disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang terlalu asin karena akan meningkatkan asupan air dan membatasi makanan berbahan olahan susu untuk mencegah masalah tulang pada tubuh.

Gagal ginjal merupakan kondisi ginjal kehilangan fungsi untuk menyaring berbagai zat sisa dalam darah yang baik. Gejala yang timbul dari penyakit ini biasanya adalah berkurangnya jumlah urin, terjadi pembengkakan pada kaki, pergelangan dan telapak kaki karena terjadi penyimpanan cairan, sesak napas, lelah dan mudah mengantuk, mula, linglung, nyeri pada dada, kejang hingga koma. Penyebab gagal ginjal biasanya karena hilangnya aliran darah menuju ginjal karena serangan atau penyakit jantung, gagal hati, tubuh kurang cairan, luka bakar, reaksi terhadap alergi dan infeksi parah.

Berikut adalah tahapan gagal ginjal:

  • Tahap pertama, penderita masih belum mengetahui kondisi ginjal, sehingga perlu melakukan uji diabetes dan tekanan darah, memperhatikan kreatinin atau urea yang tinggi dari kadar normal yang terdapat dalam darah atau memperhatikan urin apakah terdapat darah atau protein.
  • Tahap kedua masih belum terlihat, biasanya filtrasi pada bagian ginjal mengalami peningkatan dari normal atau 60-89 ml per menit.
  • Tahap ketiga, penderita mengalami kerusakan ginjal sedang dengan penumpukan limbah pada darah dengan gejala lelah, retensi cairan, perubahan buang air kecil, rasa sakit pada punggung dan masalah tidur.

Pada tahap keempat maka laju filtrasi glomerulus mengalami penurunan hingga 15-30 ml per menit yang mengembangkan penyakit lain sebagai tanda komplikasi. Gejalan yang timbul adalah mual, perubahan rasa pada mulut, bau mulut, kehilangan nafsu makan dan sulit dalam berkonsentrasi dan saraf mengalami nyeri hingga kesemutan. Tahap kelima merupakan laju filtrasi glomerulus semakin menurun dan ginjal telah kehilangan fungsinya.

Melakukan konsultasi pada spesialis hemodialisamendapatkan pro dan kontra yang perlu diperhatikan. Cuci darah dapat membuat penurunan tekanan darah rendah dan tinggi dengan penderita diabetes dan pengonsumsian garam. Dapat juga menyebabkan anemia karena darah akan terus mengalami pengurangan dan kulit menjadi gatal karena penumpukan fosfor pada hemodialis. Kram otot, peritonitis, kenaikan berat badan, hernia dan tidak efektif peritoneal menjadi salah efek kesehatan setelah melakukan HD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *